Salam sejaterah bagi kita semua.
Rabu Abu adalah sebuah hari raya umat Katholik untuk beribadah dan berpuasa, sebagai tanda perkabungan, pertobatan, dan merendahkan diri menuju kemenangan kebangkitan Kristus. Rabu Abu adalah hari pertama masa Prapaskah dalam liturgi tahunan gerejawi. Hari tersebut ditentukan jatuh pada hari Rabu, 40 hari sebelum hari Paskah tanpa menghitung hari-hari Minggu, atau 44 hari (termasuk hari Minggu) sebelum hari Jumat Agung.
Nama Rabu Abu berasal dari pengolesan abu pertobatan di dahi para jemaat disertai dengan ucapan “Bertobatlah dan percayalah pada Injil” atau diktum “Ingatlah bahwa engkau adalah debu, dan engkau akan kembali menjadi debu”.Abu tersebut dipersiapkan dengan membakar daun palem dari perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya. Pada hari itu umat yang datang ke Gereja dahinya diberi tanda salib dari abu sebagai simbol upacara ini. Simbol ini mengingatkan umat akan ritual Israel kuno di mana seseorang menabur abu di atas kepalanya atau di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan, dan pertobatan (misalnya seperti dalam Kitab Ester, yaitu Ester 4:1, 3). Dalam Mazmur 102:10 penyesalan juga digambarkan dengan “memakan abu”: “Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan.”
Hari ini 18 Februari 2026 adalah Rabu Abu. Walaupun terkendala hujan SD Strada Bina Mulia I dan SMP Strada Pelita II tetap mengadakan ibadat singkat pada pagi hari melalui radio center. Dengan tanda abu di dahi kita, itu artinya kita semua siap untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar yaitu jalan Tuhan.
Akan ada berita apalagi ya selanjutnya? yuk kita cek terus website dari sekolah kita : http://binamulia1.sdstrada.sch.id/
Jangan lupa, kunjungi pula media sosial kami!
Salam AMDG!
Facebook & Youtube : SD Strada Bina Mulia I
Instagram : sdstrada.binamulia1
TikTok : sdstradabm1
Recent Comments